HAKIKAT BERBICARA
HAKIKAT BERBICARA
Berbicara merupakan penuangan gagasan dalam
bentuk ujaran. Menurut Suhendar (1992:20) Berbicara adalah proses perubahan wujud
pikiran / perasaan menjadi wujud ujaran.
Berbicara memiliki batasan, berdasarkan teori
yang dikemukakan oleh para ahli, yaitu :
a.
Berbicara merupakan
ekspresi diri.
b.
Berbicara merupakan
kemampuan mental motorik.
c.
Berbicara merupakan
proses simbolik
d.
Berbicara terjadi
dalam konteks ruang dan waktu.
e.
Berbicara merupakan
keterampilan berbahasa yang produktif.
Prinsip umum berbicara menurut tarigan
(1983:16) yaitu :
1.
Membutuhkan
paling sedikit dua orang
a.
Pembicara dilakukan
tidak dalam kerangka komunikasi.
b.
Berbicara
monolog.
2.
Mempergunakan studi
linguistic yang dipahami bersama.
3.
Merupakan suatu pertukaran
peran antara pembicara dan pendengar.
4.
Berhubungan dengan
masa kini.
Tujuan berbicara adalah untuk menginformasikan
gagasan – gagasan pembicara kepada pendengar. Serta tujuan berbicara harus ditempatkan
sebagai sarana penyampaian sesuatu kepada orang lain sesuai dengan tujuan yang
diharapkan pembicara.
Tujuan berbicara yaitu :
a.
Tujuan Sosial
Yaitu dengan berbahasa orang dapat menunjukkan siapa
dirinya dan dapat mengetahui peran sebagai
makhluk hidup atau makhluk sosial.
b.
Tujuan Ekspresif
Yaitu mengekspresikan perasaan pembicara kepada
orang lain, contohnya rasa empati.
c.
Tujuan Ritual
Media untuk penyampaian pesan kepada tuhan yang
dianutnya.
d.
Tujuan Instrumen
Yaitu kegiatan berbicara yang berfungsi untuk memperoleh
sesuatu.
Jenis berbicara yaitu :
a.
Berdasarkan situasi,
berbicara dikelompokkan menjadi berbicara formal dan non formal.
b.
Berdasarkan keterlibatan
pelakunya, berbicara dikelompokkan menjadi berbicara secara individual
dankelompokkan
c.
Berdasarkan alur
pembicaraannya, berbicara dikelompokkan menjadi berbicara secara monologis dan dialogis.
Peranan berbicara dalam keseharian terbagi menjadi dua,
yaitu berbicara formal artinya berbicara terikat dengan aturan kebahasaan, dan
berbicara non formal artinya saat kita berbicara tidak begitu terikat dengan kebahasaan.
Bahasa yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari yaitu berbicara non formal.
Kaitan berbicara dengan keterampilan berbahasa lainnya,
yaitu :
1.
Hubungan berbicara
dengan menyimak
Yaitu seorang anak belajar berbicara dimulai dengan menyimak,
terjadinya pergantian peran antara penyimak dan pembicara, kemampuan berbicara dijadikan
tolak ukur kemampuan menyimak, berbicara dapat dijadikan bentuk reproduksi dari
proses menyimak.
2.
Hubungan berbicara
dengan membaca
Yaitu berbicara dapat dijadikan bentuk reproduksi dari
proses membaca, pada orang dewasa peningkatan kemampuan berbicara dapat dilakukan
melalui proses membaca, membaca dapat menjadi sarana efektif dalam memandu kegiatan
berbicara.
3.
Hubungan berbicara
dengan menulis
Yaitu kemampuan menulis
dapat dijadikan sarana pendukung bagi kemampuan berbicara, menulis, menulis sangat
diperlukan dalam kegiatan berbicara dialog.
Berbicara sebagai proses
Yaitu kegiatan berbicara yang dimulai dengan
proses simbolisasi peran dalam diri pembicara untuk disampaikan kepada pendengar
melalui sebuah media.
Tahap-tahap dalam berbicara yaitu terdiri
dari :
1.
Persiapan
Dalam tahap ini persiapan yang dilakukan oleh pembicara
yaitu penentuan topic, penentuan tujuan, pengumpulan referensi, penyusunan kerangka
dan berlatih
2.
Pelaksanaan kegiatan
berbicara
Pelaksanaan kegiatan berbicara dapat dilakukan melalui
beberapa tahapan yaitu : pembuka, pembahasan, pokok, dan penutup
3.
Evaluasi
Evaluasi perlu dilakukan untuk mendapatkan masukan tentang
kegiatan berbicara yang telah dilakukan seorang pembicara.
Komentar
Posting Komentar